Bagi pengusaha yang baru mengimplementasikan aplikasi absensi Android di kantornya pasti pernah merasa kaget jika ada karyawan yang bisa check-in, meskipun ia belum datang ke kantor. Padahal, ia juga bukan bagian divisi yang harus terjun ke lokasi proyek untuk bekerja. Di dunia kerja, ada istilah populer yang mendeskripsikan fenomena ini, yaitu “tuyul online”.
Terkadang, kejadian inilah yang membuat pemilik usaha jadi sedikit “parno” untuk beralih ke absensi digital. Padahal, faktor penyebab kejadian tersebut justru karena perusahaan itu sendiri yang menggunakan aplikasi absensi gratisan yang mudah dibobol. Oleh karena itulah kami di sini akan membedah teknologi di balik aplikasi absensi Android canggih yang mampu mendeteksi lokasi yang asli.
Mengapa GPS Bisa Dipalsukan?
Guna memahami bagaimana kecurangan absen bisa terjadi, kita harus terlebih dahulu karakteristik dari GPS itu sendiri. Kerentanan aplikasi terhadap pemalsuan lokasi bukanlah suatu “bug” atau salah coding, melainkan karena sifat dari OS Android itu sendiri yang open source.
Walau demikian, Android memang sengaja merancangnya seperti itu untuk mendukung para pengembang software. Setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa GPS Android bisa mengalami pemalsuan seperti berikut:
1. GNSS dan Fused Location
HP Android menentukan posisinya lewat modul software yang disebut GNSS (Global Navigation Satellite System). Modul ini menangkap sinyal radio dari konstelasi berbagai satelit yang ada. Melalui proses matematika yang disebut trilaterasi, perangkat akan menghitung posisinya berdasarkan waktu tempuh sinyal dari setidaknya 4 satelit yang berbeda.
Jika masih bingung, bayangkan jika jauh di angkasa sana, ada banyak satelit yang terus-terusan berteriak memberi tahu posisi mereka. HP Anda punya ‘telinga’ khusus (Chip GNSS) untuk mendengar teriakan ini.
Lalu, HP Anda menghitung jika satelit A berteriak 1 detik yang lalu. Dari suara tersebut, HP Anda bisa memperkirakan jaraknya dengan satelit A. Namun karena cuma tahu jarak dari 1 satelit saja, HP masih bingung. Makanya HP butuh 4 satelit. Dari keempat satelit itu, hanya ada satu titik kecil di bumi keempatnya bertemu. Nah, itulah lokasi Anda saat ini.
Namun, GPS memiliki kelemahan utama di dalam ruangan. Oleh karena itulah Android mengembangkan lapisan software baru yang disebut Fused Location Provider API. Dari situ, Android menggabungkan data dari tiga sumber: satelit GNSS, jaringan Wi-Fi, dan menara seluler.
OS Android akan menyajikan koordinat tertentu pada aplikasi yang meminta, salah satunya adalah aplikasi absensi Android. Di sinilah celahnya, aplikasi tidak selalu tahu dari mana koordinat tersebut berasal. Apakah asalnya dari data asli atau dari pemalsuan lewat aplikasi pihak ketiga.
2. Fitur Mock Location
Fitur ini pada dasarnya merupakan lokasi tiruan, yang bertujuan untuk mendukung pengembangan aplikasi. Bayangkan pengembang aplikasi seperti Gojek yang basisnya di Jakarta, tapi harus memperbaiki bug navigasi yang berada di Makassar. Tanpa fitur ini, engineer Gojek tersebut harus langsung datang ke Makassar untuk menguji aplikasinya.
Tapi dengan adanya mock location, pengembang dapat mensimulasikan perangkat seolah-olah berada di berbagai tempat tanpa harus beranjak dari meja kerja. Fitur ini sendiri tersedia di HP android secara tersembunyi dan bisa kita aktifkan. Yang menjadi masalah adalah, beberapa orang kerap menyalakan fitur ini untuk memalsukan absen.
Jadi, pengguna bisa mengaktifkan fitur ini di menu pengembang, lalu menekan opsi “Select mock location app” untuk memilih aplikasi pemalsu lokasi pihak ketiga. Jadi ketika karyawan melakukan check-in absensi, aplikasi akan menerima koordinat kantor yang telah dipalsukan, padahal orangnya sendiri masih di rumah atau tempat lain.
Baca Juga: Software Aplikasi HRD Terkini: Kunci Sukses Bisnis Modern
Cara Aplikasi Absensi Android Mendeteksi Lokasi
Menyadari kelemahan bawaan pada Android, vendor aplikasi absensi biasanya tidak lagi mengandalkan data mentah dari API lokasi standar. Mereka menggunakan keamanan berlapis untuk bisa mendeteksi keaslian lokasi pengguna. Berikut ini adalah beberapa jenis keamanannya:
1. Geofencing
Bagi pembaca setia artikel kami, pasti sudah familiar dengan istilah ini bukan? Ya, geofencing adalah teknologi yang menciptakan batas virtual di atas aera dunia nyata. Kita bisa menetapkan sebuah titik pusat, beserta radius yang diizinkan (misal 50 meter), untuk memastikan seorang karyawan sudah berada di dalam zona absensi.
Usut punya usut, ternyata teknologi ini memiliki basis rumus matematika yang rumit. Tapi tenang saja kita tidak akan membahasnya, karena yang jelas karyawan tidak akan bisa absen jika angka jaraknya lebih besar dari radius yang telah Anda tentukan.
2. Intelligent GPS Tracking
Jika geofencing menjawab di mana karyawan berada, maka GPS Tracking menjawab bagaimana karyawan sampai. Fitur ini mendeteksi perilaku perpindahan yang tidak masuk akal. Misal seorang karyawan check-in absen untuk masuk di kantor Jakarta Selatan jam 08.00. Namun, jam 08.15 ia sudah melakukan check-in kunjungan ke lokasi klien di Bandung. Tentu sangat tidak masuk akal bukan?
Karena hal tersebut mustahil, apalagi dengan transportasi darat, maka algoritma intelligent tracking akan langsung menandai aktivitas ini sebagai anomali atau bahkan penipuan. Sistem dapat menolak absensi semacam ini, dan mengirimkan laporan dan peringatannya ke HRD untuk investigasi lebih lanjut.
Hanya saja, fitur ini biasanya hanya ada di aplikasi yang bersifat premium dengan biaya langganan yang cukup lebih mahal. Hal ini cukup wajar mengingat pengaplikasian teknologinya yang cukup rumit.
Implementasi Teknologi Deteksi Lokasi pada Aplikasi Absensi Android
Penerapan teknologi pelacakan lokasi tidak bisa kita samaratakan untuk semua kasus. Karena itulah di sini kami akan memberi contoh studi kasus antara sales (penjualan) dengan kurir (logistik).
Bagi tim sales lapangan, tujuan utama pelacakan bukan sekedar mengetahui posisi terkini, tapi juga menganalisis efektivitas kinerja dan interaksi dengan klien. Manajer perlu visualisasi rute perjalanan untuk memastikan rute yang diambil efisien dan tidak tumpang tindih.
Aplikasi mencatat titik koordinat secara berkala untuk mengidentifikasi pola perjalanan yang tidak efisien dan bisa tim sales hindari selanjutnya. Selain itu, sistem juga mencatat berapa lama tim sales berada di lapangan untuk menghitung durasi pertemuan dengan klien.
Berbeda dengan sales yang fokus pada durasi dan interaksi, fokus utama kurir adalah bukti penyelesaian pengantaran. Terkadang ada masalah muncul di mana pelanggan mengklaim tidak menerima barang mereka.
Meski tidak menggunakan aplikasi absensi, tapi aplikasi yang mereka gunakan terintegrasi dengan kamera dan data lokasi. Aplikasi hanya mengizinkan pengambilan foto dari kamera, bukan galeri untuk mencegah penggunaan foto lama.
Namun, teknologi tersebut juga ada di aplikasi absensi. Tim lapangan yang sedang berada di lokasi proyek atau berinteraksi dengan klien bisa mengambil gambar sebagai bukti kehadiran dan pekerjaan mereka di hari itu. Sama seperti kurir, aplikasi hanya mengizinkan pengambilan foto langsung lewat kamera sebagai bukti nyata bahwa karyawan telah menyelesaikan pekerjaannya.
Kesimpulan
Demikian pembahasan kami seputar teknologi di belakang layar aplikasi absensi Android, khususnya dalam mendeteksi lokasi karyawan. Dari sini kita jadi tahu bahwa teknologi GPS memang bisa memudahkan, tapi juga bisa dimanipulasi. Oleh karena itulah, pastikan bisnis Anda terlindungi dengan menggunakan aplikasi absensi yang benar-benar canggih dan aman.
