CEO Apple, Tim Cook pernah berkata “Privacy is a fundamental human right”, yang berarti bahwa privasi adalah hak dasar manusia. Dalam dunia HR, data karyawan seperti foto wajah, lokasi GPS adalah aset sensitif. Meskipun keberadaan aplikasi absensi sangat memudahkan, tapi kita tidak boleh mengorbankan privasi karyawan. Oleh karena itulah aplikasi absensi IOS bisa menjadi solusi di sini.
Bagi perusahaan yang memprioritaskan keamanan data baik milik perusahaan atau karyawan di atas segalanya, maka penggunaan aplikasi absensi berbasis IOS adalah pilihan terbaik. Hal ini tak terlepas dari ekosistem Apple itu sendiri yang sangat ketat dalam menyeleksi aplikasi. Kali ini, kami akan mengulas fitur keamanan eksklusif pada aplikasi absensi IOS. Yuk simak ulasan berikut!
Perbandingan App Store Apple dan Google Play Store
Perbandingan di sini tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa App store lebih baik/aman dari Play Store atau sebaliknya. Keduanya memiliki keunggulannya masing-masing. Namun, kita harus mengerti perbedaannya untuk memahami implikasi keamanannya.
1. Kontrol Kualitas
Apple memiliki filosofi walled garden atau taman bertembok, di mana setiap aspek ekosistem terkontrol secara ketat, mulai dari hardware hingga software. Hal ini sangat kontras dengan Android yang sangat membanggakan ciri khasnya yang “open source” untuk memberikan fleksibilitas luar biasa, walaupun membuka celah kerentanan yang signifikan.
Apple menggunakan kombinasi teknologi peninjau yang canggih dan juga peninjau manusia yang kompeten. Setiap aplikasi yang terdaftar harus melalui proses audit yang ketat. Peninjau manusia akan memverifikasi kepatuhan aplikasi terhadap panduan privasi, stabilitas fungsional, dan keamanan konten. Proses ini bisa memakan waktu berhari-hari, tapi hasilnya adalah aplikasi yang sangat aman.
Di sisi lain, Google Play Store sangat bergantung pada AI dan machine learning untuk meninjau aplikasi. Tujuannya jelas adalah kecepatan, yang bahkan mereka bisa menyetujui aplikasi dalam hitungan jam. Meski efisien waktu, tapi sayangnya tak jarang malware canggih bisa masuk.
2. Stabilitas Operasional
Android memiliki stabilitas operasional yang tak menentu karena terdapat ribuan produsen HP Android (Samsung, Xiaomi, Vivo, dll) dengan spek yang berbeda-beda. Aplikasi yang berjalan lancar di seri Samsung Galaxy mungkin akan mengalami lag signifikan di Xiaomi Redmi Note 10.
Sementara itu, ekosistem IOS sangat seragam. Apple mengontrol penuh software dan hardware. Jumlah model Iphone yang aktif relatif sedikit, tapi tingkat adopsi OS terbarunya sangat tinggi. Aplikasi IOS pun juga cenderung lebih lancar dan bebas crash dari pada di Android.
3. Popularitas
Kelemahan utama App Store yang paling menonjol adalah popularitas. Tidak terbantahkan lagi jika Google Play Store memiliki jauh lebih banyak aplikasi dan volume download dari pada App Store.
Terlebih lagi di Indonesia, di mana mayoritas penduduk menggunakan HP Android alih-alih IOS. Harga perangkat Apple yang cukup mahal, bahkan yang versi seken adalah faktor utamanya. Meski demikian, bukan berarti sama sekali tidak ada orang Indonesia yang memilikinya. Hal ini juga menjadi catatan penting penyedia aplikasi absensi untuk mengembangkan versi IOS-nya juga.
Fitur Keamanan Eksklusif Aplikasi Absensi IOS
Persis seperti pada Android, aplikasi absensi IOS juga bisa terhubung ke berbagai teknologi dan fitur pada perangkat Apple. Hanya saja, perangkat IOS memiliki fitur canggih dan eksklusif yang hampir jarang ditemui di HP Android level mid-low range seperti berikut ini:
1. Biometrik Tingkat Lanjut
Mayoritas HP Android tipe low-end hanya mengandalkan kamera standar (2D) beresolusi rendah. Walau dapat memindai wajah dengan baik, tapi teknologi ini masih agak rentan untuk dikelabui dengan menggunakan foto atau rekaman video beresolusi tinggi yang terpampang pada ponsel lain. Dengan kata lain, karyawan bisa menitipkan fotonya pada rekan kerja untuk absen.
Apple mengatasi celah ini dengan teknologi TrueDepth Camera yang sudah ada sejak Iphone X. Sistem ini tidak sekedar memotret, tapi juga memproyeksikan 30 ribu titik inframerah tak kasat mata ke wajah pengguna untuk mengidentifikasi wajah secara #d. Hal ini memastikan bahwa objek di depan kamera memiliki ciri-ciri wajah manusia asli, bukan sekedar foto datar.
2. Secure Enclave
Perusahaan kadang mengalami dilema risiko hukum dalam menyimpan data biometrik karyawan. Jika data sidik jari atau wajah tersimpan di database server, maka sedikit saja kebocoran data bisa berakibat fatal. Beruntungnya, Apple mencegah risiko ini lewat teknologi Secure Enclave.
Teknologi ini merupakan core processor keamanan yang terpisah secara fisik dari prosesor aplikasi utama. Data biometrik karyawan tidak akan tersimpan sebagai gambar. Sebaliknya, data tersebut sudah berubah menjadi kode enkripsi yang tersimpan secara eksklusif.
Kunci enkripsi ini sangatlah aman, yang bahkan sistem IOS itu sendiri tidak memiliki akses langsung ke data biometrik tersebut. Jadi jika HP Iphone terkena hack, maka si hacker tidak akan bisa mengambil data wajah karyawan tersebut karena datanya terisolasi secara penuh.
3. App Tracking Transparency
Salah satu pertimbangan utama dalam adopsi aplikasi absensi IOS adalah karyawan yang merasa privasinya terganggu, khususnya terkait pelacakan lokasi. Hal tersebut sebenarnya sangatlah wajar. Hanya saja, IOS menawarkan solusi elegan melalui kerangka privasi yang transparan.
Fitur ini disebut dengan App Tracking Transparency, yang mewajibkan setiap aplikasi untuk meminta izin secara lugas dan jelas pada pengguna sebelum melacak aktivitas mereka di aplikasi atau web perusahaan lain.
Karyawan yang menggunakan perangkat Apple dapat memilih untuk memberikan akses lokasi hanya saat menggunakan aplikasi absensi tersebut. Begitu mereka menutup atau minimize aplikasinya, IOS secara otomatis akan memutus akses GPS, memastikan perusahaan tidak akan melacak lokasi karyawan di luar jam kerja.
Baca Juga: Sistem Aplikasi HRD: Optimalkan Kinerja Bisnis
Kelebihan Aplikasi Absensi IOS
Walaupun sebenarnya tidak terlalu beda jauh dari yang versi Android, aplikasi absensi berbasis IOS memiliki beberapa keunggulan yang signifikan seperti berikut ini:
1. User Interface (UI) yang Lebih Konsisten
Salah satu keunggulan utama ekosistem IOS adalah konsistensi UI. Apple mendesain hardware dan software secara bersamaan, sehingga hasil desain dan navigasinya tetap sama di seluruh lini produk dari Iphone SE hingga Iphone Pro Max.
Bagi departemen HRD dan IT, konsistensi IOS ini dapat mengurangi kebutuhan pelatihan dan dukungan teknis secara drastis. Karyawan yang menggunakan dan sudah familiar dengan perangkat IOS kemungkinan besar akan memahami cara menggunakan aplikasi absensi secara intuitif.
2. Manajemen Sumber Daya yang Lebih Responsif
Bayangkan ratusan karyawan, buruh pabrik, hingga staf lapangan harus melakukan check-in 5-10 menit sebelum shift mulai secara bersamaan. Jika aplikasi mengalami lag karena overcrowded, maka antreannya akan semakin lama, dan tidak ada bedanya dengan mesin absensi fisik.
Beruntungnya, IOS memiliki optimalisasi manajemen memori dan integrasi chipset yang superior. Aplikasi di IOS cenderung lebih responsif terhadap input sentuh dari pada kebanyakan perangkat Android, khususnya di segmen kelas menengah.
Statistik membuktikan bahwa tingkat crash aplikasi IOS secara konsisten 0,07% lebih rendah dari pada Android yang bisa mencapai 0, 78% pada aplikasi tertentu. Aplikasi yang cenderung stabil akan menghasilkan data kehadiran yang akurat, keluhan terhadap HRD yang berkurang, hingga proses penggajian yang lancar di akhir bulan.
Kesimpulan
Nah, itulah pembahasan seputar aplikasi absensi IOS, khususnya seputar keamanannya. Tak bisa kita pungkiri, IOS menawarkan sistem keamanan terbaik melawan malware yang canggih. Hal ini membuat data absensi yang tersimpan jadi tetap aman tanpa harus khawatir bocor karena ulah pihak yang tak bertanggung jawab.
